June 30, 2009

Blame.

Pernah gak sih ngerasa kita sering banget menyalahkan banyak hal, instead of diri kita sendiri ketika kita merasa kita sedang jatuh?

Yap. Gue yakin, 90% orang pasti pernah merasa sedang dalam titik terendah dalam hidup, dan lebih memilih menyalahkan apapun yang ada di sekitar kita, dibanding berkaca dan melihat bahwa mungkin kesalahan terbesar ada di diri kita sendiri. Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Or...whatever, ngerti lah yaa peribahasa itu. :P

Kadang, kita si makhluk penuh ketidaksempurnaan ini, seringkali mempersalahkan banyak hal... sering denger mungkin orang disekitar atau bahkan kita sendiri bilang..
"Jelas aja dia lebih bagus nilainya dia kan dapet dosennya baik" atau "Jelas aja dia lulus semua, dia kan ujian gak hari pertama kaya gue. Coba dia dapet hari pertama, belum tentu dia bisa kayak gue" atau bahkan "Ah... itu sih dia aja yang hoki, palingan nyontek".

Yap. That's my point. Kita seringkali menyalahkan keadaan, ketika kita berada dalam posisi tidak dapat mengubah apapun untuk memperbaiki kesalahan kita. Kita memilih untuk menyalahkan keadaan, menyalahkan waktu, menyalahkan tempat yang tidak tepat, disaat seharusnya kita berkaca dan melihat kesalahan sesungguhnya mungkin ada pada diri kita.

Padahal mungkin, mungkin lho, usaha kita yang memang belum cukup besar untuk deserve nilai yang lebih bagus, mungkin dibandingkan teman kita yang memiliki nilai bagus dia tidur lebih malam, berdoa lebih khusyuk, infaq lebih banyak, well... kita gak tau kan?

So, come on guys, daripada kita susah-susah menghabiskan waktu buat menyalahkan orang, menyalahkan waktu, menyalahkan keadaan. Look at ourself! Mungkin KITA yang memang belum cukup pantas mendapatkan kehormatan-kebanggaan-or-whatsoever yang sering kita irikan dari orang yang sering kita cibirkan.

Yatta! Ciao!

June 29, 2009

16 Facts.

Well, mari menyampah kembali bersama saya! Skrg karena pikiran-pikiran bodoh lagi stuck, sedangkan kakak gue (yang sepertinya menyamakan saya = supir karena sangat hobi minta anter kesana kemari) masih saja belum datang padahal dia yang marah-marah minta di anter ke dokter. Dan gue kembali stuck di depan laptop menunggu download-an baru yang masih 41:18 menit lagi selesainya.  

Hm. Let's see. Mau nulis apa ya gue sekarang? Beberapa menit yang lalu, gue baru saja membrowsing notes-notes yang pernah orang-orang tag ke gue. Itu lhoo, semacam permainan tag-tagan yang peraturannya orang yang di tag harus mempost ulang notesnya. Tapi, yah, orang dengan tingkat pede serendah gue, mana pede nulis di notes facebook yang notabene dibaca beratus-ratus orang. So, yah gue share buat kalian saja yang sudi membuka blog gue. Terimalah kehormatan ini, kawan :)

Here it comes,

16 Facts about Sharifah 'Shasha' Shakinah

1. Shakespare bilang 'Apalah arti sebuah nama?' Jadi, mari kita mulai dengan nama gue, yang sering dipertanyakan orang-orang. 

Tahukah kamu? Sharifah Shakinah adalah nama seorang pembaca berita yang berasal dari negeri Malaysia, yang konon sangat cantik jelita. Kata nyokap gue sih, dulu bokap sangat naksir berat sama si nona pembaca berita ini, sampe-sampe terobsesi punya anak yang dinamai sama persis dengan perubahan spelling. Spelling normal Sharifah itu harusnya pake Syarifa (Makanya nama gue suka salah ditulis begitu) dan spelling normal Shakinah itu harusnya pake Sakina. Tapi karena nyokap gue anti-mainstream jadilah spelling nama gue agak ajaib! 

FYI, si pembaca berita dari Malaysia ini mati ditembak pake pistol karena konon gak mau nikah sama sultan dari negeri tetangga. *sigh.

2. Tidak banyak yang tahu, bahwa gue pernah menjalani 2 kali kelas akselerasi. SD dan SMP. Yap, buat kamu yang bertanya-tanya "Emang SD ada kelas aksel?" di SD gue, SDNP Komp. IKIP (yang skrg jadi komp.UNJ) ADA! 

Dulu, gue loncat kelas dari kelas 1 langsung ke kelas 3 SD. Begitu juga dengan SMP. That's why gue agak sedikit lebih muda dari teman-teman seangkatan di SMA dan di kampus.

3. Tidak banyak yang tahu, kalo bokap gue, Darmawan M.I. has already passed away. Yap. Jadi, instead of mata bertanya-tanya kalian, lebih baik tanya langsung ke gue aja yah mengenai hal ini. I'm really fine with it, anyway.

4. Tahukah kalian? Bahwa gue yang kalian lihat sekarang pernah menjadi bocah pemain drumband, tepatnya pemegang bendera (or we called it Color Guard) yang setiap tampil jadi bocah SD berdandan berlebihan dengan konde segede gaban.

5. Tahukah kalian? Sebenarnya gue adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara, namun karena abang ketiganya wafat saat berumur 1 minggu, gue 'naik' jadi anak ke-3.

6. Tidak banyak yang tahu, bahwa di rumah gue banyak panggilan yang berbeda.Gue, dan kakak-kakak gue memanggil Ayah-Mama (kombinasi yang aneh) serta memanggil kakak-kakak gue Uni-Uda. (Padahal Uda gue memanggil Uni dengan sebutan 'Kak Mia')

7. Gue, dengan baru berumur 19 tahun sudah mempunyai 2 keponakan kandung yang memanggil gue dengan sebutan 'Tante TaTa' 

8. Gue, selalu bingung kalo ditanya kelebihan. Dan sampai sekarang masih belum bisa menyebutkan bahkan 1 kelebihannya. Tapi selalu lancar saat ditanya kekurangan.

9. Gue, mempunyai masalah dalam hal konsistensi. Terbukti dengan les piano yang berhenti di tengah jalan, les bahasa Inggris yang (juga) berhenti di tengah jalan, serta menulis cerpen yang bahkan yang tamat bisa dihitung dengan jari. 

10. Gue punya kebiasaan meminum air putih sambil makan. Bukan sebelum, bukan sesudah, tapi saat makan. Kebiasaan ini yang sangat sering diprotes oleh pacar gue sekarang, Radit.

11. Gue punya gejala panic disorder yang timbul pertama kali saat tahun pertama gue di FK Unpad, yaitu muntah dan batuk tak henti.

12. Gue adalah seorang wanita yang sangat jorok.  =P Kamar gue berantakan dan frekuensi gue mandi 2x sehari sangat jarang. Itulah mengapa kedua hal itu merupakan salah satu dari wishlist teman-teman gue buat gue saat ulang tahun. 

13. Gue orang yang tertutup untuk beberapa hal yang sangat pribadi. Sepanjang hidup hanya sungguh-sungguh mempercayai kurang dari 8 orang, yang mendapatkan kehormatan disebut Sahabat. 

14. Gue punya obsesi untuk jadi cewek modern yang bekerja, namun masih bisa mengurus anak. Dan mempunyai keinginan memiliki 2 anak laki-laki serta membangun keluarga yang harmonis.

15. Gue moody. Sangat. Dalam satu menit bisa menjadi sangat dewasa, dan menit lain bisa menjadi sangat-sangat bocah dan menyebalkan. Someone even call me the unpredictable girl. LoL

16. Gue sangat suka menulis. Tapi tak pernah PD mempublish atau mengizinkan orang lain membaca tulisannya.

Well. That's 16 facts about me. Smoga tidak mengubah pandangan apapun tentang gue di kalian. Ahahaha.

Yatta! Ciao!

June 24, 2009

Pandora's Box.

When it comes to curiousity, we -especially women- have an amazingly low threshold. Bahkan para bebuyut di yunani yang tinggal beratus-ratus tahun sebelum masehi sudah bisa mengambil kesimpulan itu.

Yap, that Pandora's Box Legend.

Unfortunately, i've opened my own pandora's box, dan ternyata belum siap melihat kenyataan di balik kotak pandora itu.

But still, seperti legendanya bercerita, ketika semua keburukan kotak pandora keluar dan merusak dunia, ketika kita melihat dasarnya, ada satu yang tertinggal.

Hope :)

---semoga bisa terus melihat sisi positif dari semua keburukan yang terdapat di dalamnya. Cheer! ;)

June 23, 2009

Kenapa?

Ketika kita sampai disebuah pertanyaan mengapa, biasanya itu akan menjelaskan sebuah alasan, sebuah latar belakang. Begitu juga yang akan gw ceritakan pada kesempatan kali ini *cieh… kebawa ngomongnya sooca ama osce :P*

Mengapa sebenarnya gw membuat blog?

Sederhana. Tp bingung jawabnya. Pertanyaan ini muncul ketika udah ampir 3 bulan gw gak mampir2 ke blog ini, dan membiarkannya tak terurus begitu saja. Ngelesnya siih, di bulan april ada olymphiart, di bulan mei + juni udah bulan ujian, tp kayanya klo liat blog-blog temen2 gw yang sudah jauh lebih senior mereka ga terganggu aja gituuh.. hahaha. Jadi kembali lagi ke topic utama, ketika komitmen menulis sudah mulai dipertanyakan, gw kembali bertanya. Emang buat apa sih blog ini sebenarnya?

Curhat? Mari kita tilik, dengan shasha yang hanya mengakui kurang dari 5 orang sebagai sahabat, dan hanya bisa curhat terdalam dengan mereka… nampaknya bukan untuk curhat blog ini dibuat.

Propaganda? Mari kita tilik, dengan gaya bahasa seenak jidat dan bahan tulisan yang gak pernah berat-berat amat, hmm… apanya yang mau dipropaganda?

Ajang eksis? Mari kita tilik, dengan blog yang jarang diisi dengan minim pengunjung. Iya banget deh gw pengen eksis.

Buku harian? Sama deh ya dengan jawaban di ajang eksis.

Trus, buat apa dong shaa?

Hm. Buat apa yaa. *mikir lama*

Minimize screen opera

Buka My Document

Klik Folder Blog

Ada beberapa tulisan yang gw buat yang terinspirasi dari hal-hal kecil di sekitar kita, ntah itu ucapan tukang taksi, nasehat dosen, obrolan sama temen-temen, dan banyak lagi. Beberapa ada yang saat gw membacanya gw merasa termotivasi, beberapa ada yang nyampah, atau bahkan hanya sekedar tulisan bodoh ketika emosi sama otak lagi gak sejalan. Beberapa ada yang layak dibaca orang lain, beberapa ada yang sangat pribadi, beberapa ada yang mungkin patut di publish.

Tp entahlah, dengan penyakit krisis pd gw yang berlebihan, gw bahkan tidak pernah berani mempublish tulisan gw di notes facebook, seperti para blogger lain. Well, kalo menurut gw entah kenapa gw lebih nyaman dengan memasukkannya ke blog, jadi hanya orang2 yang benar-benar niat membuka blog gw sajalah *yap seperti kamu yang sedang membaca ini.. niat kaaan buka2 blog gw :P* yang bisa baca tulisah bodoh-slash-tidak penting ini.


 

Bukan berniat propaganda *kaya prita*, bukan berniat membuka rahasia *kayak manohara* hanya berusaha mempublish pikiran-pikiran bodoh ini, yang mungkin buat beberapa di orang sana pernah punya pikiran yang sama, punya point of view yang sama. Jadi mau berpendapat? Sok mangga… Mau ikutan berdiskusi? Yuk mariii. Mau tidak sependapat? Yuuk diskusi, tapi asal jangan nuntut-nuntut aja kaya di tivi-tivi.. hehe.

Mari kita junjung tinggi kebebasan menulis dan berpendapat, setuju? Setujuuu…!